Seluruh Operator SIMKAH Kantor Urusan Agama Kecamatan se Kabupaten Banjarnegara tanggal 21 s/d 22 April 2012 mengikuti Road to Wonogiri untuk mengikuti Kegiatan Kopdar dan Workshop Operator SIMKAH se Jawa Tengah yang diselenggarakan Forum Komunikasi Operator Simkah Indonesia ( FK-OSI ) Korwil Jawa Tengah bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Jawa Tengah, dalam kegiatan yang dihadiri kurang lebih 200 operator tersebut dibuka oleh Kasi Kepenghuluan Kanwil Kemenag Prop. Jawa TengahH. Zaenal Fatah,M.Ag, dalam kesempatan tersebut Kasi Hulu mengingatkan, pentingnya pemanfaatan Teknologi Informasi dalam layanan KUA terutama dalam mengadministrasikan Nikah dan Rujuk, sebab dengan pemanfaatan teknologi dirasa cukup meringankan petugas dalam mengadministasikan Nikah Rujuk,disamping juga keakuratan data terjagaserta out put yang berkualitas. Dalam workshop tersebut juga dihadiri Aries Setyawan, pembuat aplikasi SIMKAH yang dikesempatan tersebut memberikan materi persimkahan di Kelas Lanjut ( Mahir ), sedangkan didua kelas lainnya, yaitu kelas Pemula dan Menengah di pandu langsung oleh para Pionir SIMKAH Jawa Tengah. Setelah kegiatan selesai seluruh Operator SIMKAH Se Kabupaten Banjarnegara berwisata alam ke pantai Baron Wonosari dan dilanjutkan berbelanja di Yogjakarta.
|
|
Seringkali saat berdoa aku selalu mendapatkan jawabannya. Bukan oleh orang lain maupun Tuhan tetapi aku sendiri yang menjawab. Hatiku berkata sesuatu, sementara sebagian hatiku yang lain menjawab. Aku seperti orang kurang waras berdialog dengan diriku sendiri. Aku bertanya, aku pula yang menjawab. Seperti malam ini.... Begitu banyak doa yang tertumpah ruah memenuhi atmosfer, berputar-putar melingkari bumi dan akhirnya jatuh kembali ke bumi. Aku heran. Padahal sudah aku sertakan shalawat diawal doa dan akhir pinta. Tanpa satupun doaku yang terasa tembus ke 'Arasy Ilahiy malah kembali menukik, menghunjam dada menggumpal menjadi tanya......Aku beredoa : " Gusti.... Ampuni aku. Ampuni dosa-dosaku baik yang....."
Belum selesai berdoa, ada yang menjawab : " Allah selalu mengampunimu karena Allah sangat menyayangimu tetapi kamu sendiri yang tidak menyayangi diri sendiri. Kamu selalu melakukannya lagi bertubi-tubi tiada henti..... Lalu bagaimana mungkin kamu berdoa seperti itu pada Nya ?"
|
|
Penghulu Tidak Kehabisan Akal |
Ada ada aja sang naib yang satu ini........
Untuk menutupi kekurangannya dalam berbahasa tetapi biar kelihatan keren dan tidak jatuh wibawa maka dilakukan jurus kyai Sudrunnya Cak Nun. Cerita dimulai dari TKP...... yaitu halaqah ijabiyah (maksudnya tentu ijab-qobul). Calon manten pria yang nota bene alumnus Fak. Sastra Inggris rupanya ingin juga ngajago (bhs. Sunda). Seperti kebiasaan, saat mau mewakili menikahkan manten sang naib bertanya kepada calon manten putra, mau menggunakan bahasa apa untuk ijab qabulnya. Padahal paling-paling bahasa yang dia bisa ya bahasa Jawa dan bhs Indonesia dengan sedikit Arab bila nahwin wa sharfin alias grothal-grathul........ Tetapi dengan nekadnya sang naib bertanya : " Mau minta dengan bahasa apa mas ijab kabulnya ?". Dengan perasaan bangga hati seolah-olah diberi peluang menunjukkan eksistensinya maka sang manten putra menjawab dengan tegas : " Dengan bahasa Inggeris Pak..........!"Dalam hati sang naib ketar-ketir. Wah........berabe nih! Dulu latihan kepenghuluan pernah dilatih ijab kabul menggunakan 5 bahasa tetapi sudah lupa tidak dipakai. Tetapi dasar naib nekad. Pepatah Jawa mengatakan dalang ra kentekan lakon. Dengan mantapnya sang naib menjawab tanpa mau kalah wibawa : " Baiklah mas........." Sambil menelan ludah dia melanjutkan : " Saya bisa bahasa Inggeris karena sudah dilatih, tetapi saya akan bertanya dulu kepada kedua saksi apakah mereka juga bisa bahasa Inggeris sehingga paham apa yang kita bicarakan. Lha.....
|
 Ada kisah dimana Imam Ahmad Al-Ghozali (adiknya Imam Al-Ghozali) pada waktu sholat terlihat ada noktah merah di punggungnya karena ternyata pada waktu shalat beliau sedang memikirkan salah satu hukum haidh sehingga terpancar dari punggungnya seolah-olah ada noktah merah. Hal itu diketahui karena setelah shalat selesai ternyata noktah merahny hilang dan ketika diteliti tanpa bekas. Ketika ditanya Beliau menjawab : " Oh itu....mungkin karena pada waktu shalat tadi saya sedang memikirkan salah satu hukum haidh....."Demikian juga keadaan atau suasana hati penghulu akan terlihat ketika memberi doa pengantin. Suatu hari sang penghulu mendapat undangan menikahkan di suatu daerah yang terpencil jauh di pelosok desa, wong sepatu yang dipakai aja sepatu boot. Undangan ijab jam 06.00 pagi. Tanpa sarapan terlebih dahulu karena memang ada thoma' di hatinya nanti sarapan di tempat mantenan.... Alangkah terkejutnya sang naib ketika sampai di tempat manten. Rumah tempat ijab betul-betul kumuh.Kandang sapi dengan serambi tempat ijab hanya di tutup dengan kain selendang dengan lalat yang bukan main banyaknya.Lantai masih berupa tanah yang ditutup dengan klasa seadanya. Rupanya sohibul hajat termasuk ekonomi lemah yang mencoba menjamu tamu semampunya (untuk tidak mengatakan tidak tahu diri he...he....)Apa lacur.......
|
|
|